Selasa, 29 September 2020

semua orang punya masalahnya masing - masing

Bersyukur adalah hal yang harus kita tanamkan. Banyak sekali orang yang bahkan tidak bisa percaya dengan dirinya sendiri. Membuat banyak sekali hal justru malah menyiksa dirinya sendiri dan berfikir bahwa, dia adalah manusia yang paling sengsara atau menderita di dunia ini. 
Jika kamu masih menganggap dirimu begitu, tandanya kamu belum keluar melihat dunia yang kejam diluar sana. Kamu tak tahu, bahwa Yang ingin menjadi kamu banyak. Menurut saya, hal yang membuat kita tersiksa adalah satu diri kita sendiri, pemikiran kita sendiri dan balik lagii yaituu dirimuu yang terlalu banyak memikirkan kata - kata orang lain, atau yang memikirkan kehidupan orang lain. 
Perlu diketahui, kita pasti punya masalah kita masing - masing. Dan terdapat di dalam Al - Qur'an QS Al Insyirah Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
                                               وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ ۙ 
"dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimu,"
(QS. Al-Insyirah 94: Ayat 2)

Maka dari itu Mari perbaikilah terus diri kita, pandanglah bahwa semua orang sudah diberi masalahnya masing - masing untuk meningkatkan keimanannya. Dan percayalah bahwa masalah yang saat ini kita rasakan mampu kita lewatkan seperti kalam guru kita
"sesungguhnya yang membuat Hati tenang? Yaitu, ketika kita boleh berdamai dengan Kekurangan. Baik itu kekurangan diri sendiri, ataupun kekurangan orang lain.”
Ustadzah Ummu Hasan Alkaff

Be yourself 😃
Ingat! Dirimu sudah banyak melakukan hal yang banyak untukmu. Maka, berbuatlah sebaliknya 😉





Senin, 28 September 2020

Akui dirimu tak lebih baik dari mereka, itu baik

Pentingnya  pendidikan aqidah bagi anak. Bandel kok di aqidah? (Sayyidina Nuaiman dan maksiatnya seorang mukmin)

Kata temanku, banyak orang lain lebih nakal dan brengsek dari kita, tapi mereka tidak pernah berani nakal di ranah aqidah, karena saat mereka nakal di aqidah mereka sadar, nakalnya akan keterusan dan akan kebingungan mencari jalan kembali kalau mau berubah, itu yang biasanya yang paling ditakuti oleh para bedebah, jauh dihati mereka, mereka tetap ingin berubah, apa daya kadang nafsu mengalahkan mereka, makanya walau mereka tau mereka salah dan brengsek,  mereka akan menjaga hal yang paling berharga pada diri mereka, yaitu aqidah

Dengan aqidah itulah mereka tau yang salah itu salah dan yang benar itu benar, mereka tidak melakukan pembenaran kesalahan dan tidak menyalahkan yang benar, adapun jika aqidah bermasalah mereka akan kebingungan mana benar dan mana yang salah, ini akan membuat seorang kebingungan mencari jalan kembali, jadi dengan mempertahankan aqidah mereka tau kemana harus kembali, walau tidak sekarang tapi mereka masih berharap suatu saat bisa kembali, ya kalau lagi ditikungan kita tau la lagi ditikungan. 

Dan ulama yang ikhlas lah yang dengan ilmunya bahwa allah maha pengampun yang paling mereka harapkan mau menerima mereka saat mereka ingin berubah, dimana perubahan itu adalah mimpi terbesar jauh dilubuk hati mereka, karena begitulah keadaan hati dari seorang mukmin yang ahli maksiat, masih ada iman dihati mereka.

Ini mengingatkanku pada sahabat nabi, saw, sayidina nuaiman, beliau memiliki kebiasaan mabuk-mabukan, sudah dihukum beberapa kali, tapi masih mengulangi, beliau tau itu salah dan tidak melakukan pembenaran, hanya saja nafsunya saat itu tidak bisa beliau kendalikan, dan dia selalu menyesali kesalahnnya hanya saja beliau selalu mengulangi kesalahan, lalu menyesal lagi, begitulah saat seorang beriman membuat kesalahan, selalu ada penyesalan, jadi jika kita membuat kesalahan tapi tidak menyesal, maka berhati-hatilah, segera cek keimanan, dan pastikan jangan sampai hilang. Yang merupakan sifat orang munafik, yang tidak merasa berbuat salah seusai melakukan kesalahan.

Tapi beliau bukan orang munafik, beliau mengakui kesalahannya, karena keimanannya, walau terus mengulanginya, karena belum mampu mengalahkan diri sendiri, iman ini yang menumpuk rasa sesal dihati beliau. Karena beliau terus mengulangi kesalahan, sahabat nabi yang lain sudah putus asa untuk merubahnya, nabi mengajarkan mereka satu hal yang menjadi kesuksesan seorang yang bermaksiat agar bisa berubah "sesungguhnya dia mencintai Allah dan rasulNya". Itu adalah inti aqidah yang beliau pegang kuat-kuat, yang akhirnya membuatnya bisa kembali dikemudian hari. Ini yang membedakan dirinya dengan orang munafik. Bahkan saat beliau melakukan kesalahan beliau masih disifati dan digolongkan sebagai seorang yang beriman. Karena aqidah beliau benar. 

Aqidah itu bukan amalan, tapi cara berfikir dan cara menjalani hidup. Dengan aqidah yang benar itu, selalu bisa membuat beliau tau mana yang benar dan mana yang salah, yang membuat beliau tau dan merasa bahwa keadaan beliau yang sekarang tidak benar, dan cepat atau lambat beliau harus berubah, entah kapan itu. Dan iman itu juga yang akhirnya membuat beliau berubah, dan bertaubat dengan sabaik-baik taubat. Taubat yang menjadi teladan bagi pemabuk manapun setelah beliau. Allah angkat derajat beliau, dengan aqidah kecintaan pada Allah dan rasulNya  Sehingga dengan teladan itu, orang mukmin hari ini memuliakannya dan memanggilnya dengan sebutan sayidina(tuan kami) nuaiman. 

Jadi taukan kenapa para ulama dan aulia sangat mementingkan pendidikan aqidah? Maka dari itu, pendidikan aqidah ini harus selalu menjadi prioritas dalam pendidikan anak setiap mukmin, setiap orang tua harus menanam iman dalam hati anaknya, sehingga saat akhirnya dia melakukan hal-hal yang buruk (naudzubillah) dan gak bisa dikendalikan lagi, tapi dalam hatinya masih ada iman dan membuat dia berfikir "aku saat ini lagi salah jalan, aku harus kembali, aku lagi ditikungan dan tau aku lagi ditikungan"

Begitulah sahabat nabi, bahkan pemabuk dari mereka saja masih bisa jadi contoh bagi kita, jika maksiat kita sudah menumpuk jadilah seperti nuaiman. Maka dari itu sahabat nabi itu semuanya contoh bagi kita, bahkan yang membuat kesalahan besar yang harus dihukum sekalipun, makanya dikatakan  "sahabat nabi seperti bintang-bintang, yang manapun kamu ikuti akan menjadi petunjuk bagimu", bayangkan  jika semua sahabat seperti Sayyidina Abu bakar, Sayyidina Umar, Sayyidina Utsman dan Sayyidina Ali, siapakah yang menjadi contoh bagi pelaku dosa besar.

Hikmah Allah pada saat menciptakan sahabat macam-macam levelnya, dan bervariasi amalannya, bahkan berbeda-beda kesalahnya, semua itu rahmat bagi kita, agar kita semua mendapatkan contoh dan teladan yang sesuai dengan maqam kita, tidak semua orang punya akhlaq seperti hasan dan Husein kan? . Bahkan ada satu sahabat yang berzina, ingin bertaubat, lalu di rajam, dan nabi menasehati sahabat yang lain bahwa jika taubat sahabat yang dirajam itu dibagi pada seluruh penduduk madinah maka masih ada lebihnya. Semoga kita bisa mendapatkan sedikit dari taubatnya sahabat nabi itu. Seandainya kita mau membaca sejarah para sahabat, pasti kita akan mendapatkan salah satu dari mereka keadaanya mirip dengan keadaan kita saat ini dan mereka itulah yang bisa kita jadikan teladan hidup karena keadaannya sama dengan kita.

Kata temanku "ketika apa yang kita impikan jauh dari harapan, adakalanya kita harus melepaskan", senyumin jangan? Senyum ajah

Rabu, 16 September 2020

Pembelajaran di Era Pandemi Covid 19

Karena meningkatnya kasus Covid 19, semua kegiatan terpaksa banyak dilakukan secara daring. Termasuk kegiatan pembelajaran maupun perkuliahan. Ini dilakukan dengan maksud, supaya bisa menekan angka berkurangnya jumlah pasien covid 19 apalagi di kalangan pelajar/mahasiswa. 

Berikut adalah suka dan duka yang dialami para pelajar pada pembelajaran online di Era Pandemi covid : 
     1. Duka 
         Sebenarnya banyak sekali duka yang dirasakan terlebih kepada pelajar/mahasiswa baru. Sangat banyak sekali kekeliruan dan kesulitan. Baik dalam penjelasan atau bahkan dalam penugasan. Apalagi menggunakan media pembelajaran yang mengharuskan memakai kuota data yang cukup menguras uang.
Sebagai mahasiswa baru, banyak sekali hal yang membingungkan terlebih kepada penugasan disetiap mata kuliah. Kekeliruan dalam pembagian kelompok, atau bahkan kesusahan dalam mendapatkan sumber materinya. 
Jika dilihat dari permasalahan yang ada  
Para orang tua pun harus terjun langsung beralih menjadi guru untuk anak-anaknya. Bisa dibayangkan jika banyak anaknya yang perlu bimbingan. Belum lagi menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, memasak dll. 
       2. Suka 
          Untuk nilai positif yang bisa kita ambil adalah banyak sekali waktu untuk memahami karakter diri sendiri, dapat berkumpul dengan keluarga dan menghubungkan kedekatan antara orang tua dengan anak serta yang lebih penting adalah dapat membantu menekan angka pasien Covid 19 yang ada di negara kita.

Pesan dari saya untuk seluruh mahasiswa baru yang sedang berjuang bersama, Terus semangattt dan jangan menyerah, berhentilah untuk beristirahat, jangan takut untuk jatuh, jangan ragu untuk kembali bangkitt!! 💥 
Kita hadapi ini semua secara bersama, sampai masa ini berakhir dengan indah tepat pada waktunya. 


    

Persidangan kasus yang menimpa seorang Habib Riziek

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur akhirnya mengabulkan permintaan terdakwa Rizieq Shihab untuk mengikuti s...