Kamis, 17 Desember 2020

Peran Bahasa Indonesia di Masa Pandemi Covid - 19 dalam Bidang Pendidikan

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernafasan manusia. Penyakit karena infeksi virus ini sering kita kenal dengan sebutan “Covid – 19”. Virus Corona dapat menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernafasan. Seperti paru – paru berat hingga yang sekarang kita tahu sendiri adalah kematian. 

Virus ini dapat menyerang siapa saja, atau yang paling rentan yaitu seperti : lansia, (golongan orang lanjut Usia), orang dewasa, anak – anak dan bayi, termasuk ibu yang sedang mengandung, dan seorang ibu yang sedang menyusui. 
Infeksi Virus Corona (Corona Virus Disease 2019) ini, pertama kali ditemukan, yaitu di kota Wuhan, China pada akhir bulan desember 2019. Virus ini menyebar ke semua negara termasuk di Indonesia dengan sangat cepat, bahkan hanya dalam hitungan waktu beberapa bulan. Hal ini yang demikian membuat seluruh negara menerapkan kebijakan untuk melakukan Lockdown dalam melakukan pencegahan Covid – 19. 

Dengan demikian, sekitar pada awal bulan Maret 2020 Presiden RI, Joko Widodo telah memberi pengumuman kepada seluruh masyarakat Indonesia, bahwa ada 2 Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah terinfeksi virus ini, sehingga Indonesia mengeluarkan sebuah kebijakan baru bahwa seluruh kegiatan di berhentikan, termasuk pelaksanaan Ujian Nasional di seluruh sekolah – sekolah di Indonesia pada saat itu. Seluruh individu juga diminta untuk melakukan perubahan. Seperti, perubahan interaksi kepada setiap individu dengan individu yang lain untuk saling menjaga jarak (Social Distancing), menghindari berbagai macam kerumunan, mematuhi protokol kesehatan yang telah dibuat, melakukan karantina mandiri, atau bahkan mengisolasi diri dirumah masing – masing, terkhusus bagi orang yang rentan terkena penyakit. 

Dalam waktu beberapa bulan kemudian,Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim pun mengeluarkan sebuah kebijakan melalui surat edaran bahwa kasus Covid – 19 ini semakin melonjak tinggi dan sudah banyak memakan korban jiwa, sehingga beliau memutuskan bahwa kegiatan belajar mengajar akan dilakukan melalui Pembelajaran Jarak Jauh atau (PJJ). Yang bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid – 19 serta dimaksudkan juga untuk menjaga generasi penerus bangsa supaya bisa tetap belajar tanpa harus merasakan resiko virus ini. 

Namun, dalam hal ini juga terdapat banyak sekali kendala yang dialami. Karena seluruh siswa diminta untuk mengikuti pembelajaran secara daring (Online). Sehingga, seluruh siswa dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA/sederajat dan Perguruan Tinggi pun dipaksa harus memiliki media pembelajaran sendiri. Seperti : laptop, gawai, dan media lainnya termasuk juga harus memiliki jaringan yang stabil dan memiliki kuota data internet. Tentunya, hal itu bukan merupakan sesuatu yang mudah. Karena seperti yang kita ketahui, proses belajar mengajar di Indonesia tidak pernah melakukan proses pembelajaran secara Online melainkan secara Offline (langsung bertatap muka). Sehingga, hal ini membuat seluruh peserta didik dan para mahasiswa diminta untuk bisa dan mampu mengikuti perkembangan teknologi yang semakin berkembang pesat di zaman ini. 

Terkait dengan pembelajaran secara daring, MenDikBud mengingatkan bahwa proses pembelajaran secara daring tidak mengubah cara pembelajaran di dalam kelas. Guru tetap harus memiliki peran yang penting kepada anak didiknya untuk tetap melakukan interaksi seperti di dalam kelas, dan para peserta didik juga harus tetap menggunakan etika dalam berinteraksi kepada guru yang sedang mengajar walaupun proses pembelajarannya secara daring. 

Oleh karena itu, peran Bahasa Indonesia dari sudut pandang ini merupakan peran yang sangat penting dalam bidang pendidikan. Jika dilihat secara umum, bahasa merupakan alat untuk menyampaikan suatu hal yang terlintas didalam hati. Akan tetapi, lebih jauh bahasa adalah alat untuk berinteraksi atau berkomunikasi untuk menyampaikan suatu gagasan, pikiran, konsep, ide, dan lain sebagainya. Bahasa juga dapat dijadikan sebuah lambang berupa bunyi, gerakan, simbol dan lain lain. 

Di Indonesia, bahasa Indonesia memiliki fungsi yaitu sebagai alat pemersatu bangsa yang beraneka ragam macam budaya, suku, daerah. Masyarakat Indonesia biasanya menggunakan bahasa Indonesia dengan ciri khas daerahnya masing – masing dari berbagaai macam suku. Sehingga, hal ini membuat peran bahasa Indonesia menjadi sangat penting untuk dipelajari oleh generasi penerus bangsa dalam bidang pendidikan. 
Peserta didik sudah mendapatkan materi pembelajaran bahasa Indonesia sejak Sekolah Dasar (SD) kelas 1 hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat bahkan hingga perguruan tinggi. Mata pelajaran Bahasa Indonesia pada saat ini mengikuti kurikulum 2013. Menurut kurikulum 2013, bahasa Indonesia digunakan sebagai sarana untuk mengembangan kemampuan dan keterampilan menatar. Hal ini dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa kemampuan menalar peserta didik Indonesia masih sangat rendah. Sehingga pada kurikulum ini, mata pelajaran ini menggunakan metode pendekatan berbasis teks, baik berupa lisan maupun tulisan. Teks merupakan ungkapan pikiran manusia yang lengkap dan didalamnya terdapat situasi dan konteks, dengan metode ini peserta didik diharapkan dapat melatih dirinya untuk berfikir nalar dan memecahkan masalah dengan fikiran mereka. 

Dengan pembelajaran Bahasa Indonesia, peserta didik dan mahasiswa diharapkan mampu berbahasa dengan baik dan benar. Baik berbahasa secara lisan maupun dalam bentuk tulisan, karena sebelum tulisan atau perkataan yang diucapkan itu dibaca dan didengar oleh orang lain, peserta didik diharapkan mengetahui cara penulisan yang baik dan bahasanya cenderung komunikatif. Dengan demikian, perlu diketahui menulis bukan hanya sekadar menulis dan berbicara juga bukan hanya sekadar berbicara, namun peserta didik juga harus mengetahui mana yang tepat dan mana yang kurang tepat.

Terlebih dalam masa pandemi covid – 19 ini, banyak sekali orang yang menggunakan sosial media untuk berbagi informasi. Seperti halnya menulis sebuah artikel, membuat cerpen, membuat surat penting, surat lamaran pekerjaan dan lain sebagainya. Agar dapat memiliki hubungan yang baik antara satu individu dengan individu yang lain sangat diperlukan untuk mempelajari penulisan bahasa Indonesia dengan baik, supaya tidak terjadi kesalahpahaman kata antara satu orang dengan yang lain. 
Begitupun sebaliknya, dengan mempelajari bahasa Indonesia yang baik peserta didik juga dapat mengetahui mana cara berbahasa secara lisan dengan orang yang lebih tua ataupun yang lebih muda di dukung dengan etika yang baik, nada dan intonasi yang sesuai, dan didukung dengan gerakan tubuh yang baik. 

Peran bahasa Indonesia tetap sangat berpengaruh terhadap generasi penerus bangsa untuk harus tetap mempelajari tata cara penulisan bahasa yang baik, berbicara yang baik, dan berbahasa tubuh juga yang baik. Karena bahasa merupakan kunci utama di bidang pendidikan, sebagai bahasa persatuan. 
Para guru dan dosen juga telah memberikan penugasan yang baik kepada peserta didiknya, sehingga peserta didik tetap mempelajari bahasa Indonesia melalui metode yang sama seperti dikelas. 

Oleh karena itu, pandemi covid – 19 bukanlah sebuah kendala untuk kita belajar bahasa Indonesia. Dan tidak ada alasan untuk kita berhenti belajar Bahasa Indonesia, terlebih dalam kehidupan kita sehari – hari. 

Sumber Referensi : 
https://www.halodoc.com/kesehatan/coronavirus 
https://www.alodokter.com/virus-corona 

2 komentar:

Persidangan kasus yang menimpa seorang Habib Riziek

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur akhirnya mengabulkan permintaan terdakwa Rizieq Shihab untuk mengikuti s...